Internet Sehat, Apa Itu?

Saya baru saja mengatur meja dan modem Speedy untuk kedua anak saya, Intan dan Khalid saat ajakan mengikuti seminar bertemakan, “Dampak Psikologi, Penggunaan Teknologi Informasi dan Internet Pada Anak Serta Strategi Perlindungan,” di Hotel Quality Makassar tanggal 28 Agustus 2010 datang.

Sebelumnya, di hari itu juga, saya baru saja mengaktivasi kapasitas internet ke Unlimited “Socialia” dengan kapasitas 384 kbps untuk internet di rumah. Kami leluasakan anak-anak mengakses internet di rumah. Selama ini, mereka mesti diam-diam untuk mengakses dari warnet. Bagi mereka, Seribu lima ratus rupiah untuk 30 menit terasa menyenangkan. Jika tidak menyimpan uang jajannya, mereka kerap minta uang untuk browsing. read more

Posted in Teknologi Informasi | 1 Comment

Cerita “Iguana” Dari Selayar

Beberapa hari setelah pulang dari Selayar pada bulan Mei 2010, saya tidak merasa telah mencatat satu temuan penting bagi ilmu ekologi atau kisah tentang ditemukannya spesies tak lazim di sana. Bahkan saat Sarbini, sahabat saya mengirim sms tentang matinya “iguana” yang sempat menyita perhatian warga Selayar itu.

Padahal saya telah berkunjung ke lokasi ditemukannya. Juga mewawancarai keluarga yang merawatnya serta mendokumentasikannya. Setidaknya ini satu cerita tentang sisi lain pulau Selayar yang juga kaya fauna langka, yaitu ihwal ditemukannya satu hewan aneh menyerupai biawak tetapi lebih condong ke “iguana” dengan sisik yang mengagumkan. Ukurannya juga lebih besar dari iguana kebanyakan. read more

Posted in Lingkungan | Leave a comment

Rindu Pepe’ Pepe’ Rumallang

Nun jauh dahulu, pada kampung-kampung penuh gairah  dan kecintaan yang dalam pada bulan penuh berkah dan maghfirah.  Pada saat kabel perusahaan listrik negara belum mengangkangi rumah-rumah panggung warga, pada saat mesin genset semahal pesawat terbang. Pada saat anak-anak dan orang tua hidup atas karunia alam kampung. Saat mereka berkreasi atas apa yang mereka punyai.

Saat itu, masih pagi sekali. Belasan anak-anak telah berkumpul di sekitar pepohonan punaga (bahasa Makassar). Mereka mencari buahnya, biasa disebut pude, yang jatuh berserakan dari pohon. Sekilas pohon punaga terlihat seperti pohon nangka, dengan daun nyaris serupa, licin. Batangnya keras. Biasa dijumpai berdiri kokoh di sekitar pohon mangga atau buah jambu putih, tidak jauh dari anak-anak sungai. read more

Posted in Desa-Desa | Leave a comment

Speedy, Memilih Naik Kelas Ke Socialia

(gambar dari www.telkomspeedy.com)

Hari ini, Jumat 27 Agustus 2010, jalan raya tidak terlalu padat saat saya mengarah ke Kantor Telkom Pettarani, Makassar, tepatnya Plasa Telkom. Ini kali pertama masuk ke kantor yang telah belasan tahun berdiri ini. Sesuai dengan hasil pembicaraan saya dengan ibu Mety, seseorang yang namanya tertulis di lembaran promo Speedy, saya mesti melapor ke tempat mereka. Tiga orang “resepsionis”, siap melayani para klien. Waktu telah berada di jarum jam 09.30 menit. Saya dapat nomor antrian 16. Saya tertegun dengan interior dalam ruangan yang sangat mewah dan lebar. read more

Posted in Teknologi Informasi | 1 Comment

Jangan Main-Main Dengan MK

Makassar 29 Juli 2010. Pagi tadi, Pahir Halim, mantan anggota KPU Makassar duduk bersebelahan dengan salah satu anggota DPRD Kota Makassar di dekat pintu masuk ruang berpendingin Warkop Phonam, Jalan Boulevard Makassar. Pahir adalah senior saya saat bekerja di salah satu LSM di Makassar. Kini jadi konsultan “pilkada” pada beberapa kabupaten penyelenggara pemilukada (pemilihan umum kepala daerah) di Sulawesi Selatan.

Beberapa sahabat mengenalnya sebagai “ahli pembuat kesimpulan atau rekomendasi”, utamanya jika menjadi fasilitator atau moderator diskusi politik. Selalu menyenangkan ngobrol dengannya. read more

Posted in Refleksi | Leave a comment

Maka Menangislah Pagi

Pada lima Juli dua ribu sepuluh di Selatan Kota Sungguminasa. Hanya beberapa puluh meter dari Sungai Jeneberang, saat jarum jam di angka sepuluh lebih dua puluh menit. Pagi mulai panas. Para pengendara bergegas menderu menuju utara kota. Satu persatu, para tukang ojek berbaris mengantri penumpang.

Di dekat simpang tiga, di depan salah satu warnet yang baru buka, saya hentikan motor. Tidak jauh dari pos polisi yang disesaki para tukang ojek. Motor saya menghadap ke utara. Di depan, sepasang anak muda sedang diam beku. Salah satunya sedang menatap kosong. read more

Posted in Refleksi | Leave a comment

Mengapa Bong Tinggal Kelas

Tamarunang, Gowa pada satu pagi yang cerah di hari libur nasional tepatnya Kamis, tanggal 13 Mei 2010. Tidak jauh dari batang sungai Jeneberang. Belasan anak-anak antara 8 hingga 14 tahun sedang main bola di depan rumah kami. Rumah kami bersebelahan dengan rumah Haris Rasyid, staf pada Kantor Infokom Gowa dan mantan ketua RW 06, lingkungan kami.

Beberapa anak lainnya menonton kawannya yang main bola, ada yang main dengan mengenakan sandal, ada pula yang telanjang kaki di atas aspal jalan kompleks yang mulai mengelupas. Saya ikut bergabung di sisi jalan. Tangan kanan saya masih bengkak seusai kecelakaan di Parang Tambung sehari sebelumnya. -read more->

Posted in Refleksi | 6 Comments