Memahami Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia

IMG02025Dalam organisasi ataupun dunia bisnis kerapkali kita mendengar atau bahkan berhubungan dengan istilah sumberdaya manusia, staf atau manager. Mereka adalah bagian penting sebagai penyusun organisasi.

Berbagai nasehat untuk menggugah perhatian para owner atau pengelola organisasi baik dari para pemikir manajemen maupun institusi tertentu yang respek pada apresiasi pada karyawan atau staf sebagai misal J.W Marriot JR menyebut “doronglah para pekerja anda, latih mereka, beriperhatian, dan jadikan mereka pemenang” (Foto: Kakek Tua Penjaja Koran di Jalan Ratulangi, Makassar)

Majalah SWA pada tahun 2006, menceritakan beberapa dilemma yang dihadapi oleh para karyawan sebagai berikut “Bos-bos perusahaan paling suka berteriak: sumber daya manusia adalah aset mereka yang paling berharga. Ironisnya kalau ada sedikit saja guncangan, karyawanlah yang paling dulu dipangkas…Begitulah, sumberdaya manusia telah menjadi fokus kajian ilmu manajemen dan dianggap sangat penting dalam mencapai kegemilangan perusahaan,organisasi maupun institusi.

Saat ini, tantangan Bagi pengembangan sumberdaya manusia, menurut Mejia-Balkin: (1) Tantangan Keorganisasian, meliputi adanya kompetisi pada posisi tertentu. (2) Issu desentralisasi , yaitunya adanaya penyesuaian, restrukturisasi organisasi, mengelola tim work sendiri, budaya organisasi, outsourcing. (3) Tantangan Lingkungan meliputi, issu globalisasi, karakteristik angkatan kerja, revolusi internet, legislasi atau peraturan, peran keluarga dan menumbuhkan pekerjaan, keterampilan yang berjangka pendekpelayanan sektor. (4) adalah tantangan individual, memotivasi tenaga kerja, issu yang terkait dengan ketepatan masyarakat dan organisasi, etika dan tanggung jawab sosial, Produktivitas, pemberdayaan, keamanan dan kesehatan, hubungan kerja (ketakamanan).

Faktor lain yang menjadi faktor yang berpengaruh adalah ihwal globalisasi dan ketakstabilan lingkungan ekonomi. Globalisasi mengacu ke “suatu proses meniadakan batasan-batasan antara negara dengan mengkondisikan “borderless atau tanpa batas” pada ekonomi dunia (Scholte, 2000). Dunia telah bergerak ke lingkungan global. Keadaan ini adalah tantangan untuk memberikan perhatian pada pengelolaan budaya yang bervariasi, keragaman bahasa, suku, agama.

Secara singkat SDM didefenisikan sebagai penggunaan sumberdaya manusia pada perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi (diutarakan oleh Mondy). Sedangkan menurut “Byars dan Rue”, Managemen SDM adalah kegiatan yang didisain untuk menyiapkan dan mengkordinasikan sumberdaya manusia organisasi.

Mengapa perlu pengelolaan sumberdaya manusia? Karena adanya (1) Kompetisis global telah menyebabkan perusahaan baik besar maupun kecil untuk lebih mengalokasikan biaya dan produktivitas (Mondy). (2) Globalisasi telah memunculkan kompetisi yang semakin tinggi. Organisasi harus mengelola sumberdaya manusianya dengan memastikan pencapaian dari tujuan bisnis perusahaan pada pasar ekonomi. (Kossek). (3) Perusahaan menjadikan sumberdaya manusia sebagai jalan lempang mendapatakn keuntungan kompetitif dalam kompetisi.

Sumberdaya manusia sebagai mitra strategis dimana peran SDM berubah seiring arus globalisasi pada permulaan tahun 80an.

Untuk menyuskeskan pengelolaan SDM para pelaksana atau manajer harus “memahami desain organisasi yang semakin kompleks dan dapat menentukan kemampuan angkatan kerja, hari ini maupun pada masa yang akan datang”. Sumberdaya manusia dimasukkan dalam kerangka strategi perusahaan karena dianggap penting untuk mendukung misi perusahaan. Para pelaksana perusahaan seharusnya menjadi mitra pada pemimpin perusahaan seperti CEO pada pelibatan staf perusahaan dan oleh karena itu harus dianggap dalam penentuan keputusan pada posisi angkatan kerja perusahaan pada masa datang.

Fungsi manajemen sumberdaya manusia menurut “Mondy”: (1) Perencanaan Sumberdaya Manusia, Rekrutmen dan Seleksi Staf. (2) Pengembangan sumberdaya manusia. (3) Kompensasi dan Benefit. (4) Keamanan dan Kesehatan.(5) Staf dan hubungannya dengan tenaga kerja lainnya

Menurut American Society for Training and Development (1982) cakupan area sumberdaya manusia meliputi perbaikan dan meningkatnya: (1) Kualitas lingkungan kerja, (2) Produktivitas, (3) Kepuasan sumberdaya manusia. (4) Pengembangan sumberdaya manusia, (5) Kesiapan untuk berubah.

Pelatihan dan Pengembangan. Kegiatan ini berfokus pada pengidentifikasian , penjajakan hingga pembelajaran terencana dan membantu mengembangkan kompetensi kunci (pengetahuan, skill, sikap) yang memungkinkan para staf atau individu menampilkan kemampuan kekinian dan pekerjaan pada masa datang.

Hubungan dengan Pekerja, yang berfokus pada kestabilan ikatan dan hubungan organisasi. Bantuan kepada staf, berfokus pada: bantuan personal, penyelesaian masalah dan konseling.

Kompensasi dan Benefit berfokus pada kepastian kompensasi dan benefit. Benefit berfokus pada keadilan asas manfaat dan konsistensi.

Pengembangan organisasi, memastikan sehatnya hubungan ke dan pada unit-unit perusahaan, kelompok, inisiatif dan mengelola perubahan.

Organisasi desain pekerjaan: berfokus pada bagaimana tugas-tugas,otoritas, dan system yang akan dikelola antar unit maupun kerja individu. Perencanan SDM berfokus pada penentuan organisasi, kebutuhan SDM secara keseluruhan, strategi, filosofi. Seleksi dan staffing, berfokus pada kesesuain orang, kebutuhan karir dan kesesuaian dengan pekerjaan dan jalur karir

Cakupan makro dari fungsi-fungsi sumberdaya manusia menurut Byars dan Rue:

(1) Perencanan Sumberdaya manusia, Rekrutmen dan Seleksi dengan melaksanakan analisis pekerjaan dan menyediakan syarat-syarat spesifik dari setiap staf dalam organisasi. Memperkirakan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya organisasi untuk mencapaian tujuan perusahaan. Merekrut sumberdaya manusia . Menyeleksi dan mengangkat staf untuk menduduki posisi tertentu dalam perusahaan

(2) Pengembangan Sumberdaya Manusia, meliputi pemberian orientasi melatih staf , mendisain dan melaksanakan program pengembangan organisasi, membangunan efektivitas tim dalam struktur organisasi, mendisain system dan penilaian performa staf, membantu staf dalam pengembangan karirnya.

(3) Kompensasi dan Benefit, meliputi, mendisain dan melaksanakan kompensasi dan benefit organisasi untuk semua, Memastikan bahwa kompensasi dan benefit secara adil dan konsisten

(4) Staf dan Hubungan Tenaga Kerja, meliputi, melayani dalam bentuk mediasi antara organisasi dan perkumpulan karyawan. Mendisan bentuk disiplin dan sistem penanganan keluhan dan komplain

(5) Keamanan dan Kesehatan, mendisain melaksanakan program yang memastikan kesehatan karyawan dan keselamatannya. Menyiapkan bantuan pada karyawan yang mempunyai permasalahan yang dapat mempengaruhi performa kerjanya.

(6) Riset SDM, mendisain kerangka SDM, mendisain dan menjalan sistem komunikasi karyawan

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s