Pawai Para Pengendara Bersama Plat Nomornya

DSC03163Pagi masih muda di sepanjang jalan Petterani. Satu mobil berplat merah melaju kencang di kanan saya. Plat nomornya terlihat mengkiap. Walau berplat merah, motif dan bingkai yang sangat indah. “Baru kali ini nomor plat kendaraan pemerintah benar-benar dibuat bagus”. Tapi kemudian saya berpikir, mengapa huruf dan angkanya mesti ditebalkan? “dibold?” lalu mengapa tidak menggunakan plat yang asli saja? Siapa yang membiayai pembuatan plat nomor itu?

Belum habis jejeran pertanyaan tentang bentuk plat kendaraan itu, melaju kencang di samping saya motor bebek, dengan bunyi knalpot yang menggelegar. Saya yang menggunakan helm bungkus, seperti berada dalam palka mesin kapal. Kendaraannya melaju kencang dan meninggalkan bunyi hebat. Untuk apa mereka mengganti knalpot yang asli dari toko? Ada-ada saja.

Petugas yang berdiri di persimpangan Pettarani dan Boulevard seperti tidak mau pusing dengan bunyi kendaraan roda dua yang super ribut itu. Dia tetap saja mengatur lalu lalang kendaraan disalah satu jalur tersibuk di Kota Makassar.

Bayangkan, jika pagi atau sore yang macet, beberapa motor bergerak perlahan dengan bunyi knalpot yang bising, menyebalkan bukan?. Bagi para pengendara mobil, berAC, dan sejuk pasti tidak terganggu tapi pengendara disampingnya? Bunyi knalpot itu begitu kencang, keras dan berpolusi.

Plat Aneh

Menurut berbagai sumber, penggunaan plat nomor dengan kode wilayah di bagian depan adalah warisan Belanda, yang menggunakan kode wilayah berdasarkan pembagian wilayah keresidenan. TNKB terdiri dari dua baris. Bagian atas adalah: kode wilayah, nomor polisi (angka), dan kode wilayah (huruf). Sedangkan pada baris kedua adalah tanda bulan dan tahun masa berlaku. Nah, yang berlebihan, ada beberapa plat kendaraan yang disisipi nama orang atau mengacu ke pekerjaan atau institusi sang pengendara. Misalnya Baso, dan slogan organisasinya.

Menurut aturan, secara spesifik, bahan baku TNKB adalah aluminium dengan ketebalan 1 mm. Ukuran TNKB untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250×105 mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih adalah 395×135 mm. Terdapat cetakan garis lurus pembatas lebar 5 mm diantara ruang nomor polisi dengan ruang angka masa berlaku.

Namun demikian, coba lihat beberapa plat nomor yang beroperasi di jalan raya? Tidak sedikit yang tampil lebih atau melebihi standar tersebut, bahkan berbahan plastik atau mika.

Sejak mulai bekerja di Makassar tahun lalu, dan mondar-mandir melewati jalan Kota Sungguminasa – Sultan Alauddin – A Pettarani – Urip Sumoharjo sepanjang 13 kilometer itu, saya merekam banyak hal-hal janggal, aneh, berlebihan dan sangat menyolok mata. Ya, para pengendara bermotor berulah layaknya selebriti, menarik perhatian dan tampil beda.

Ada yang menggunakan nomor cantik dengan letak huruf dan angka dipaksakan terlihat berjarak sehingga bermakna lain, ada yang mengkombinasikan angka dan initial tokoh pemerintahan, ada yang terbaca seperti nama seseorang seperti DD 50 dengan dua huruf belakang bermakna nama tertentu. Tidak jarang pula terbaca plat kode Jakarta ‘B’ yang berasosiasi kepada salah satu bank pemerintah, entah kebetulan atau memang disengaja

Mereka dengan sangat terpaksa memoles dan mengutak-atik nomor kendaraannya dengan sangat subyektif. Dari bermakna nama dan angka-angka spesial, misalnya, dengan angka 888 atau hingga mengacu pada nama seseorang.

Cerita tentang plat kendaraan pemerintah diatas hanyalah sebagian kecil upaya berlebihan dalam cara menampilkan asesoris kendaraan. Selain itu, sudah jamak sekali, para pengguna kendaraan bersolek dan memperlakukan kendaraannya seperti orang berbeda, seperti penguasa dan dalam hati mereka mungkin berkata “lihatlah saya !”

Bagi sebagian kalangan, hal itu bukanlah hal mudah, jika dia memperoleh keistimewaan dari otoritas terkait. Atau dibayar mahalkah itu?

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang menyertai Surat Tanda Nomor Kendaraan , atau sering kali disebut plat nomor atau nomor polisi, adalah plat yang terbuat dari aluminium, adalah tanda kendaraan bermotor di Indonesia yang telah didaftarkan pada kantor Samsat.

Jika kita melihat beberapa bagian lain, terdapat tanda khusus mengkilap berlambang polisi lalu lintas; sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri ada tanda khusus cetakan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan TNI. Selain itu kita juga paham bahwa kendaraan bermotor/bukan umum atau kendaraan bermotor sewa: warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih. Sedangkan kendaraan bermotor umum: kuning dengan tulisan hitam. Kendaraan bermotor milik Pemerintah: warna merah dengan tulisan berwarna putih. Kendaraan bermotor diplomatik asing brewarna dasar putih dengan tulisan hitam.

Jika menggunakan plat nomor plastik warna hitam dengan angka dan hurup yang dicetak tempel tentu sangat berbeda dengan huruf timbul. Itu pasti pelanggaran yang tidak sesuai Undang Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Jika membaca peraturan undang-undang terkait penggunaan plat mobil dengan penulisan nomor kendaraan seperti itu melanggar Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Apalagi jika menghilangkan kode stiker lalu lintas dan mengubah tata letaknya.

“Mestinya itu melanggar” Kata seorang kawan. “sanksi yang dikenakan berupa penilangan karena melanggar Pasal 57 ayat (2) UU LLAJ dengan ancaman pidana kurungan 2 bulan atau denda setingginya dua juta rupiah. Tapi itu semua tergantung bagaimana proses peradilan” Katanya lagi

Tidak Tegas?

Bagi penulis, aparat terkait harus menertibkannya. Apakah karena menganggap tidak membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lain. Dari berbafai sumber diperoleh keterangan tentang nomor plat kendaraan cantik, syarat pembuatannya hanya rekomendasi dari direktur lalu lintas, KTP, dan faktur kendaraan.

Sedangkan menurut penjelasan undang-undang, UU 14/1992 (”UU Lalu Lintas”) Pasal 14 menyatakan setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib didaftarkan. Tanda bukti pendaftaran diberikan bukti pendaftaran kendaraan bermotor. Serta syarat-syarat dan tata cara pendaftaran, bentuk, dan jenis tanda bukti pendaftaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 57 UU Lalu Lintas merinci bahwa (1) barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak didaftarkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah). (2) Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan bermotor, atau tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Mengingat UU Lalu Lintas menyatakan bahwa dalam pengaturan lebih lanjut mengenai STNKB dan instumen lain terkait dalam hal ini Plat Nomor maka bedasarkan PP 44 /1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi: tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175 berisi data mengenai: a. kode wilayah pendaftaran; b. Nomor pendaftaran kendaraan bermotor; c. masa berlaku.

Selanjutnya mengenai bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan tanda nomor kendaraan bermotor diatur oleh Pasal 178 yang meyatakan bahwa hal tersebut harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : berbentuk lempengan tipis persegiempat, dengan ukuran panjang 250 milimeter dan lebar 105 milimeter untuk sepeda motor dan ukuran panjang 395 milimeter serta lebar 135 milimeter untuk kendaraan jenis lainnya serta ditambahkan tempat untuk pemasangan tanda uji; terbuat dari bahan yang cukup kuat serta tahan terhadap cuaca, yang pada permukaannya berisi huruf dan angka yang dibuat dari bahan yang dapat memantulkan cahaya; tinggi huruf dan angka pada tanda nomor kendaraan bermotor yang dituliskan pada lempengan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, sekurang-kurangnya 45 milimeter untuk sepeda motor, dan 70 milimeter untuk kendaraan bermotor jenis lainnya.

Jika membaca gambaran tersebut diatas maka tidak ada penekanan tentang spesifikasi bahan, tata letak, lempengan tipis apa, dan hal-hal yang bisa mengurangi nilai satu plat nomor. Jadi dapat disebut bahwa sepanjang plat nomor dibuat sesuai dengan syarat-syarat sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 178, maka tidak terdapat pelanggaran. Mungkin karena ketidaktegasan ini sehingga banyak pengendara yang seenaknya, mengubah bentuk dan model plat nomornya, sepanjang tidak mengubah kode dan angkanya.
Mereka mengubah angka dan huruf menjadi lebih kecil, yang biasanya berdiri tegak, mereka membuatnya miring (italic), supaya terlihat berbeda. Para petugas mestinya sadar bahwa angka dan hurufnya kecil dapat membuat mereka kelabakan mengidentifikasi nomor platnya dari jauh. Jika terjadi kecelakaan dan pelakunya kabur.

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s