Daily Archives: August 31, 2009

In Memoriam Baba Guru Hartono, Perginya Seorang Kawan

Saat menelpon Ibu di Galesong, saya tertegun ketika Ibu menyebutkan, “ammoterangi Baba Guru”, Baba Guru meninggal. Saya seperti menahan napas panjang, panjang sekali. Kematian yang sangat mengagetkan. Bagiku ini menggetarkan, mengharukan. Kami punya kedekatan luar biasa saat hendak menyelesaikan proyek … Continue reading

Posted in Sahabat | Leave a comment

Makna Merdeka, Elite dan Momentum Bulan Suci

Nyayian sumbang dan teriakan serombongan anak muda yang meyisir jalan kompleks perumahan membangunkan kami. Dengan suara yang dikeraskan dan sesekali memukul tiang listrik, mereka berupaya menutup lembaran mimpi malam pada lelap tidur warga. Mereka riang sekali. Saya terbangun namun hanya … Continue reading

Posted in Refleksi | Leave a comment

In Memoriam Aisyah Daeng Baji, Wanita Tak Biasa

Akhir tahun 70an, saat masih SD, kami selalu bermain di batang sungai Tambakola yang keruh. Setiap pulang pasti wajah kami merah dan bau lumpur. Orang tua kami sebenarnya sangat tidak menyukainya. Kebiasaan yang selalu mereka awasi. Aturan tetapnya, saat pulang … Continue reading

Posted in Refleksi | Tagged | Leave a comment

Facebook dan Semangat Kebersamaan (Catatan Menyambut Reuni Akbar Smansa Makassar ’89)

Facebook menjadi “social networking media” yang paling bertanggungjawab atas grafik fluktuatif hubungan antar warga saat ini. Bagi para netters, peselancar internet, walau sudah sangat banyak media serupa namun FB nampaknya menjadi pilihan paling praktis,menguntungkan dan strategis. Ini juga tak lepas … Continue reading

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Cold Peace dan Sikap Bengal Israel

Dua hari lalu, di pagi pertama puasa Ramadhan, saya menonton acara televisi bertajuk “Cold Peace, Going It Alone” di kanal Aljazeera. Tontonan yang sangat menarik. Cerita tentang konflik Timur Tengah dan peran beberapa orang penting. Ulasannya berkisar pada peran Anwar … Continue reading

Posted in Refleksi | Leave a comment

Klakson!

Ini kejadian tadi pagi saat saya menuju tempat kerja. Pada satu ruas jalan utama kota Makassar, Jalan Pettarani. “Wanita itu, memiringkan badannya. Rambutnya yang panjang tergerai, kemudian terangkat. Ujung roknya yang warna hijau lumut terangkat sedikit (sedikit saja!). Kepalanya ikut … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengantar Kima di Musim Je’bo Kebo

Bulan April 1995. Makassar mulai kering, berdua dengan Syafyudin Yusuf, teman satu angkatan di Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, Universitas Hasanuddin kami meninggalkan pemondokan di selatan area kampus Tamalanrea menuju Dermaga Kayu Bangkoa. Kami akan menuju Pulau Barrang Lompo, … Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment