Reuni Smansa ’89 Makassar: “Dining Party, Bersama Guru dan Sahabat Alumni”

Seperti yang telah diberitahukan sebelumnya, acara Reuni Angkatan 89 Smansa Makassar dimulai pukul 10.00 wita. Maryos menelpon dan Zainal Ibrahim mengirim pesan singkat untuk segera hadir. Pagi itu saya harus ke Kandea dulu untuk satu urusan. “Tunggu agak siangan kataku”.

Tepat pukul 12.30 akhirnya saya sampai di lantai dua Cafe Melany, jalan Pasar Ikan, Makassar. Suasana sudah terlihat ramai. Beberapa teman memanfaatkan iringan musik elekton untuk menjajal kemampuannya bernyanyi. Saat saya datang Irwan Damopoli sedang melantunkan salah satu lagu DEWA.

Hari ini 13 Juni 2009, IKA Smansa bekerjasama dengan jaringan alumni Smansa 89 Makassar menggelar reuni chapter Makassar. Setting ruangan yang lapang, dimana terdapat tiga bagian untuk kawan-kawan bisa berinteraksi nampaknya sangat pas saat itu.

Saat sampai, saya lupa siapa yang pertama saya salami. Tapi di meja pertama yang saya datangi, disana sudah ada Maulida Suaib, Maryos Yosha Nanulaitta, Kemala “Lily” Anugerah Gani, Hermin Andi Magga, Riny Wartabone (ini yang rada aktif di facebok hihi), Maryam dan Viny (keduanya adalah sahat akrab sejak dulu) mereka duduk berdampingan. Maulida, Maryos dan Lily Kemala adalah teman sekolah hingga kuliah di Ilmu Kelautan Unhas masuk pada tahun 1989.

Zainal Ibrahim, kawan kita alumni pertama STPDN Jatinangor yang sekarang aktif di jajaran Pemkot Makassar rupanya sudah meninggalkan ruangan karena satu urusan tidak bisa ditinggalkan. Dia pulalah yang mengingatkan saya melalui pesan singkat untuk datang. Selain Enal, drg. Riri Umar juga sudah pulang, menyusul Nining (saya sempat salaman tawwa…).

Hampir berpapasan, datang pula Shanty Reza Riewpassa dan Hendrik Rupang. Dua teman ini alumni Smansa yang pernah satu tim di ACDI/VOCA program rehabilitasi kakao, Success Alliance tahun 2004-2005.

Di meja lain, (walau terlihat tidak betah duduk, kerap berdiri dan mengatur proses interaksi) Rani Dasayauri Mappangara dan Hasbullah “Bo” sibuk memberi panduan dan celoteh yang cukup menarik perhatian, “Lebih Cepat Lebih Baik”. Beberap teman sempat berteriak kecil, “huuuuuu…” Hehe. Saat ini, di ruangan itu, memang ada beberapa teman yang kiprahnya melalui partai politik. Seperti Lukman yang Demokrat.

Setelah menyalami beberapa teman di meja satu seperti Dokter Gigi Ridwan (pernah jumpa di waiting room Bandara “SuTa”, Aji Raharjo yang sekarang jadi tenaga edukatif di Politeknik Unhas, Ridwan “Ridho” Fajar salah seorang penting di Divisi Keuangan di gedung Graha Pena, juga Irwan Damopoli (lelaki dengan gaya rambut khas). Arhan Razak yang terlihat tambun tidak jauh beda kala SMA (pegawai negeri di Pinrang dan dijuluki pak Sekcam – ampyun!).

Sayapun beralih ke meja dua, eh tanpa meja, disana ada Andi “Chilunk” Nasrun (istrinya salah satu legislatif DPRD terpilih dari partai Demokrat, yang saya kenal baik. Juga, Lukman teman sekelas 1-11 (sebagai warga Sungguminasa rupanya saya ketinggalan berita kalau dia adalah salah satu caleg partai di Dapil Somba Opu, Sungguminasa, kediaman saya), Irianto Jafar (kalau yang ini saya mengingatnya sebagai salah satu junior dari salah satu polisi lalu lintas yang disegani di tahun 80-90an di Poltabes Makassar.

Saat menyalami teman-teman tersebut kemudian tidak lama kemudian, hadir Anwar “Mheydda”, lelaki ini salah satu keluaran kelas Sosial A3, saat itu. Kini dia adalah salah seorang pengusaha gas di Makassar, berpostur tinggi besar dengan gaya yang masih persis sama ketika masih SMA. Lalu hadir Yosef Lengkong, dan Ancha Jangkung hehe. Tidak luput Saharuddin Hamid, alumni pertanian Unhas dan terakhir jumpa dengannya tahun 2004 di Palopo. Saya satu kelas kala di II bio 2.

Di barisan bangku lain, hadir pulau Syafril, teman sekelas yang khas dengan gaya rambutnya yang “berbuntut” kala SMA. Kini, seperti dahulu, masih tinggal di jalan Mappaodang. Saya salami sambil bertanya, “ada kabar dari Irbad Sahabuddin?” Irbad adalah teman sebangku kala kelas II Bio 2.
Mereka selalu sama-sama ketika masih SMA.

Suasana terasa cair, sebanyak 43 teman yang mengisi daftar hadir terlihat sangat bergairah dan sesekali saling mengejek dengan ungkapan “kini semua terasa bagai bola” hahahaha. Terlihat gemukan dan menua dengan perut buncit. Yah, reuni ini menjadi ajang ‘sindir’ ‘baku calla’ dan berbagi cerita tentang (pekerjaan, lokasi domisili, anak dan jumlah istri hahahaha). Semua teman dimandat untuk memperkenalkan diri bahkan berbagi nomor kontak.

“Ini penting, demi menjaga silaturahmi”. Bukan begitu teman?. Teman-teman memperkenalkan diri demi keakraban dan saling merekam nama dan domisili.

“Saya, Irianto, jika anda butuh mobil silakan hubungi saya” katanya. Lalu, Rini Wartabone, tidak kalah gesitnya, “jika teman-teman butuh tiket penerbangan, kontaklah saya”. “Ada juga yang selalu menyebut, “lebih ceppaa….bisa lebih baeeee…” Huahahahahah… (Tunjuk Bo! Lelaki bersorban dari Luwuk Banggai hihi).

Saya merapat ke Dokter Indra Kadir, lelaki yang sudah 3 tahun di Luwu Utara ini adalah lulusan FK Unhas yang masuk pada tahun 1990. Saya sering melihatnya ketika masih berdekatan ruangan kuliah di Tamalanre. Saat itu nampaknya, hampir tidak pernah bertegur sapa. Semua sibuk dengan kuliah masing-masing namun kini semua menjadi akrab, cair dan menyenangkan. Kini dia bertugas di Dinas Kesehatan Luwu Utara, beberapa saat bertugas setelah saya tinggalkan Luwu Utara pada tahun 2004-2005.

“Saya bahkan membisikinya, kalau ada alumni Smansa 90 dan alumni Kelautan Unhas bernama Achmad Thamrin yang pegawai Dinas DKP Luwu Utara, cari tahulah pak Dokter!”, kataku. Anda kan satu kota. Hehe.

Beberapa teman di barisan kursi Andi Nasrun dan Lukman tidak sempat menghapal namanya namun mereka melepas senyum dengan ramah. Reuni angkatan 89 ini benar-benar cair dan merepresentasi masa-masa gemilang SMANSA 89. Siapa yang tidak kenal Rani, Hasbullah, Anto, Mheydda, Chilunk, saat itu? Hehe.

Nama yang saya sebut diatas adalah nama yang punya “elektabilitas – halah kek pilpres saja” hahahaha…kala itu, paling tidak untuk angkatan 89 jika sekiranya ada pemilihan siswa favorit (dari yang disiplin hingga yang suka bolos hahahah).

Rani D.B. Mappangara, adalah mantan Ketua Osis di Smansa, dia pulalah lelaki dibelakang gawe reuni ini. Selain dia, Hasbullah dan Irianto Jafar ada dibalik pertemuan alumni 89, 20 tahun sejak kelulusan mereka.

Beberapa teman meminta izin pulang lebih awal, seperti Dokter Ridwan, Lily Kemala, Maryam dan Viny. Pak Dokter sudah ada janji, Maryam harus segera menemui bayinya. Reza harus kembali ke tempat kuliha. (Saya memilih bolos eh tidak, saya sudah minta izin ke Dr. Darwis di Kandea).

Teman-teman merasakan suasana berbeda karena Andi Arlys dan Wardah Bima, juga menyempatkan hadir di reuni ini. Mereka datang dari Jakarta dengan pesawat jet jumbo pribadi ( :D). Arlys adalah sosok penting dibalik reuni Smansa 89 chapter Jakarta beberapa minggu lalu. Lelaki tinggi berkacamata ini terlihat ringan melepas senyum. Saya pun menyempatkan menyalaminya dengan antusias, sebab selama ini kami hanya berkomunikasi via Facebook. Adapula teman alumni jauh-jauh datang dari Kalimantan.

Ada beberapa nama yang tidak sempat dituliskan di note ini tapi secara umum, acara reuni tersebut sungguh bagai oase bagi teman-teman alumni. Wadah bagi pertukaran cerita sukses dan menggali potensi pada masa datang. Mengingat kekhasan karakter dan latar belakang pekerjaan teman-teman yang sangat variatif bukan tidak mungkin wadah untuk saling berbagi pengetahuan, keterampilan dan sumberdaya sesama alumni dapat terlaksana.

“Suasana memang terlihat akrab dan cair, bahkan nasi goreng dan makanan yang disajikan tidak “dibati-bati” (tak acuh).

Teman-teman telah menyadari pentingnya silaturahmi dan bersepakat untuk meningkatkan komunikasi via Facebook dan dalam waktu tidak lama lagi akan mewujudkan wadah interaksi yang lebih praktis melalui “mailing list”. Salah satu yang disepakati dan strategis untuk itu adalah Reuni Akbar empat hari ba’da idul fitri tahun ini.

Tidak afdol, reuni tanpa foto bersama kan? Nikmati fotonya di group Smansa 89. Maaf bagi yang tak ada (kesianG de lo…hehehe…). Pukul empat sore, teman-teman masih berkumpul di depan pantai Losari. Beberapa bahkan telah ada acara malam, entahlah…”Acara ini juga sangat penting demi menjaga silaturahmi” kata teman saya, yang tinggi berkacamata (hahahaha…ampun!).

“Sampai jumpa di reuni akbar Smansa, usai Lebaran tahun ini…” Kata Rani Dasayauri alias pak Ketua.

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Sahabat. Bookmark the permalink.

4 Responses to Reuni Smansa ’89 Makassar: “Dining Party, Bersama Guru dan Sahabat Alumni”

  1. Wah Luar Biasa, angkatan ’89…salute..
    Saya juga anak Smansa angkatan ’97..hehehe..
    tabe’ senior..

  2. zainal ibrahim says:

    ok deh, jempol DeNun

  3. amril says:

    Wah, daeng, banyak teman seperjuanganku dulu di Teknik Unhas ternyata seperti Rais Idris, Agustinus Hutabarat, Lody Kalangi, dll.

    Salut buat pertemuannya. Kapan ya reuni angkatan 89 SMAN 1 Maros?

  4. dg.bundu says:

    lebih cepat lebih baik cikali..mantap mentongi tawwa dg.nuntung

Comments are closed.