“Warung Bandung”, Bandeng Pangkep Di Tangan Keluarga Sunda

Malam menyambut saat kami masuk ibu kota Pangkajene Kepulauan. Sekitar pukul 19.00, dari arah selatan, sebelum melewati jembatan yang membelah kota Pangkep, Rizky mengarahkan mobil ke arah kanan. Kami diajak makan di salah satu tempat favorit di Pangkep. “Bandeng presto khas Pangkep. Sudah tak terhitung berapa kali saya makan di sini” Katanya.

Namanya “Warung Bandung”. 10 meja yang dibalut iklan salah satu teh terlihat seragam dijejali 40 kursi kayu yang untuk para pengunjung. Yang mengelola warung ini, seorang pria muda berumur 23 tahun. Tidak heran jika pengelolanya berlogat Sunda, namanya Hilman Putra Budiman.

Dia ditemani oleh 9 pelayan rumah makan asal Ciamis Jawa Barat. Sajian khas mereka ada bandeng presto dan ayam bakar khas yang diselingi sayur asem, lodeh dan lalapan. Bakul nasi dan nampan berisi timun, jeruk nipis dan lalapan kol akan menemani lauk pesanan anda. Aroma Sunda tercium dari warung ini.

Saat kami datang dua meja lainnya telah terisi pengunjung yang berbahasa Jawa.Sudah 10 tahunWarung yang dikelola Hilman, berdiri sejak tahun 1999. Saat itu tempatnya bermula di dalam kompleks Kantor Kejaksaan Pangkep. “Saat itu ada keluarga yang bekerja di Kejaksaan dan mengajak saya buka warung”. Menunya, ayam goreng, panggang serta bandeng presto duri lunak.

Bandeng presto, ya, bandeng yang merupakan unggulan Pangkep itu ciamik di tangan orang Sunda. Ikan Bandeng atau ikan bolu yang sangat mudah diperoleh di daerah Pangkep oleh keluarga Hilman disulap jadi menu khas dan menggiurkan. Selain bandeng, ayam kampung yang juga merupakan menu khasnya, sangat mudah diperoleh dari warga sekitar. “Banyak yang datang menawarkan ayamnya ke warung kami” Katanya.

Sejak keluarganya pindah tugas ke Bandung, Hilman membuka warung di jalan Cendana, Pangkajene jaraknya tidak jauh dari kantor Kejaksaan. Masih dengan menu yang sama. “Kami siapkan 20 ekor ayam kampung dan biasanya akan habis selama 3 hari berikutnya” Katanya. Sedangkan, mengenai bandeng presto (BP), itu adalah hasil racikan para karyawannya yang peroleh ilmu dari orang tua Hilman.

Saat ditanya dimana orang tuanya belajar teknik BP, Hilman mengakui hasil inovasi sendiri. “Ya, mungkin mereka belajar dari buku saja”. Hilman yang kini genap 23 tahun adalah anak sulung. Di warung, sekaligus tempat tinggalnya ini tinggal beberapa karyawan dan karyawatinya yang semuanya berasal dari Ciamis. “Mereka termasuk kerabat dekat juga” Katanya.

Bandeng presto adalah ikan hasil proses pelunakan duri ikan, hingga dapat dimakan dengan leluasa.Rumah sekalgus warung itu adalah sekaligus “workshop” mereka. Dia mengakui bahwa menu bandeng presto dan ayam kampung goreng dan panggang adalah daya tarik bagi para pengunjung. Selain itu, nuansa layanan a la Sunda sangat mewarnai komposisi menu di atas meja makan.

Malam ini saya mencicipi menu ayam panggang, sayur asam, dan sambel lalapan plus segelas teh hangat. Rasa ayam gorengnya sangat khas, daging lembut dan sambel khas Sunda yang dibubuhi irisan jeruk nipis sungguh pas. Saya menolak BP, karena kandungan garamnya yang “agak berlebih”.”

Prestonya, tidak terlalu asin – gurih -” Kata Pak Harsani, teman seperjalanan saya. Saya coba cicipi sedikit dan betul juga, rasanya sangat khas. Ukurannya setengah dari badan ikan. Mengenai harga, ya, sangat pas sesuai dengan kelezatan yang kita nikmati.

“Jika anda masuk kota Pangkep bolehlah menjajal menu bandeng dari tangan orang-orang asal tanah Pasundan ini” Kata Hilman Putra Budiman.

Sidrap, 04-02-2010

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Kuliner-Kuliner. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s