Jangan Merokok Di Taksi Saya!

Naik taksi bagi warga kota sudah menjadi kebutuhan. Saat kita naik taksi kerap kali pemiliknya melengkapi taksinya dengan berbagai macam pengharum. Aroma jeruk (sitrus), apel dan anggur merupakan aroma favorit. Ada yang menggantungnya di belakang jok ada pula yang meletakkannya di dashboard. Semuanya demi kenyamanan penumpang dan sopir.

Tapi tahukah Anda bahwa rupanya berdasarkan pengalaman seorang sopir bernama Fulan, tidak semua penumpang sepakat dengan aroma yang ditawarkan oleh sang pemilik. “Ada yang mual, ada pula yang pusing saat mencium aroma pengharum itu” Katanya.

Hingga pada suatu hari dia membawa seorang penumpang di sekitar pasar Sentral Makassar. Wanita itu membawa nasi tumpeng yang dialasi daun pandan. “Saat itulah saya mendapat ilham, rupanya wangi daun pandan sangat natural. Saya pun mencobanya. Dan, betul saja, hampir semua penumpang sepakat bahwa aroma daun pandan membuat mereka sedang berada di area teduh dan nyaman” katanya.

Itulah yang disampaikan Takdir, sopir taksi beranak satu yang saya temui saat libur nasional perayaan Nyepi, Selasa lalu. Awalnya, saya menduga dia sedang merayakan hari raya nyepi karena saya melihat daun pandan di bawah joknya. Padahal itu adalah “parfum” alaminya.

“Saya sangat menjaga kenyamanan penumpang saya. Siapa saja. Saya juga tetap menganggap taksi saya adalah “privat” alias milik pribadi yang mesti dibuat nyaman bagi siapa saja” Katanya. Sesuai maunya pemilik. Kerap kali banyak orang dengan seenaknya merokok, dan berakibat pada bau tak nyaman di dalam taksi.

“Saya menolak membawa penumpang dengan durian dan ikan yang terlalu menusuk penciuman” Katanya lagi. “Pernah suatu ketika, saya meminta kepada seorang penumpang yang ngotot merokok untuk pindah taksi saja, padahal taksi sudah bergerak sejauh 200 meter” Katanya. “Maaf pak, jika hendak merokok, carilah taksi lain. Maaf, maaf sekali lagi” Ungkapnya. Dan, Bapak itu pun turun dari taksi dan mencegat taksi lain dengan perasaan dongkol.

Cerita Fulansetidaknya menjadi bukti bahwa masih ada sopir taksi yang berani bersikap atau punya prinsip tentang apa yang disebut, “kenyamanan untuk semua”. “Tidak apa-apa, masih banyak penumpang lain yang butuh kendaraan harum tanpa bau rokok. Itulah gunanya saya meletakkan daun pandan” Katanya yakin.

Sungguminasa, 20/03/2010

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Lingkungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s