Scneijder Lapangkan Jalan Inter

Posisi aggregat 2-1 untuk Inter saat mereka bertandang ke Stadion Stamford Bridge, Kota London. Ini adalah pembuktian determinasi pelatih sekaliber Maurinho sekaligus ujian berat bagi Ancelotti yang jadi tumpuan Abramovich. The Blues main tanpa Petr Chech, kiper terbaiknya. Inter masih dengan kiper Cesar plus formasi line up yang nyaris sempurna. Di sisi garis lapangan, Maurino tampil gagah dengan dengan stelan jas dan syal hitam dengan baju biru terang di dalam.

Di babak pertama jelas sekali bahwa Inter bermain apik. Serbuan pemain tuan rumah berhasil diredam. Disiplin dan penjagaan Maicon, Luico dan Samuel sangat padu. Mereka sukses mematikan Anelka dan Malouda. Striker kedua kesebelasan juga tidak mau kalah. Beberapa kali Drogba mencoba heading dan penetrasi ke wilayah Inter. Milito dan Eto’o juga demikian. Babak pertama nyaris imbang karena saling serang.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan babak kedua berlangsung seru. Perolehan kartu kuning pada menit ke-47 oleh Thiago Motta karena memblok laju Malouda menjadi awal aroma pertandingan bakal seru. Didier Drogba yang mencoba mengambil eksekusi tendangan bebas hanya melepaskan tendangan lemah.

Di pihak Inter, satu terobosan dari Goran Pandev dari lapangan tengah diblok dengan tepat oleh Zhirkov. Padahal dia terlihat bebas untuk mengecoh kiper Thurnbull. Permainan buruk Ballack selama babak pertama, oleh Ancelotti diganti oleh Joe Cole pada menit ke 61.

Pada menit ke-64, Diego Milito peroleh umpan lambung pendek dari Sneijder dan berhadapan dengan kiper namun tendangan kaki kirinya masih melenceng ke kanan gawang. Menit 69 satu tendangan bebas Scneijder yang dijawab sundulan oleh Motta, juga masih melenceng tipis di atas gawang. Nyaris tiada serangan dari Chelsea pada menit 50-70. Lagi-lagi Ancelotti mengganti pemainnya, menit ke-72, Zhirkov diganti Salomon Kalou. Chelsea perbanyak serangan. Terbukti, baru saja masuk langsung menggedor sisi kanan lapangan Inter. Maurinho juga mengganti Goran Pandev oleh Dejan Stankovic pada menit 74.

Dua puluh menit sebelum pertandingan usai, serangan Chelsea mulai terbangunm dari sayap kanan Inter. Tapi, Maicon masih terlalu ampuh. Cole yang masuk di sayap kanan belum memberikan kontribusi apa-apa, nyaris tanpa bola.

Pukulan telak dan mematikan bagi The Blues datang di menit ke-78 saat Etoo, mencocor bola dengan sisi atas kaki kanannya yang luar biasa tepat di sisi kanan Thurnbull. Dia menerima umpan lambung (lagi-lagi) dari Wesley Sneijder. Supporter Chelsea bungkam. Skor 1-0 untuk Maurinho. Ancelotti cemberut, ekspresinya terlihat membatu.

Pada menit ke-81 Julio Cesar peroleh kartu kuning karena mencuri jarak tendang bola bebas terlalu jauh. Di luar lapangan, Marriga sedang bersiap-siap. Menit ke-82 Alex mendapat kartu kuning karena mengganjal Eto’o dengan keras. McDonald Marriga pada menit ke-84 masuk menggantikan Sneijder. Supporter Inter memberi applaus. Jika pada game sebelumnya, Cambiasso jadi bintang lapangan maka kali ini Sneijder telah menjadi inspirasi bagi Inter melumat Chelsea. Dia layak jadi man of the match karena telah melapangkan jalan Inter ke perempatfinal Liga Champion Eropa.

Pemain Inter yang layak dicatat sebagai petarung dalam pertandingan di lini tengah adalah Esteban Cambiasso dan Wesley Sneijder. Lucio, Zanetti dan Samuel yang berpengalaman menjadi kunci pertahanan Inter dinihari tadi. Pergerakan Drogba terkunci. Demikian pula Maicon, sukses mematikan pergerakan Malouda atau Anelka.

Samuel memeluk dan jatuhkan Drogba saat menunggu tendangan sudut tapi oleh wasit tidak menunjuk penalti. Samuel pula yang menyelamatkan gawangnya saat Lampard peroleh bola muntahan dan dengan cepat disodok ke luar lapangan. Saat Drogba berhasil mengecoh Motta, tapi bola langsung dicocor oleh Lucio. Satu tendangan keras dari sudut kiri Cesar dari Malouda yang nyaris membuahkan gol berhasil ditepis Cesar.

Ketatnya pressing dari pemain Inter membuat Malouda kehilangan kontrol dan peroleh kartu kuning, Demikian pula Lucio dan Drogba. Bahkan Drogba diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-86 karena menendang kaki Motta dengan sengaja. Drogba panik.

Setelah adegan itu, Terry terlihat berbicara tanpa henti lalu pada menit ke-88 dia juga diganjar kartu kuning karena mengganjal Marriga. Pertandingan yang seru dan menyulut emosi para pemain. Kedua tim bermain menyerang walau jika melihat statistik, pasukan Maurinho lebih agresif.

Pada saat tambahan waktu selama 4 menit, Materazzi masuk menggantikan Thiago Motta. Saat ini, satu bola tendangan datar oleh Eto’o berhasil ditepis oleh Thurnbull dengan kaki kanannya. Skor tetap 1-0 untuk Inter.

Jika Inter berhasil menghempaskan Chelsea itu karena Samuel dan Lucio yang berfungsi sebagai palang pintu mereka berhasil menutup ruang gerak Drogba dan Anelka. Yang tidak optimal dari Chelsea adalah matinya Lampard dan kurangnya kontribusi bola dari Ballack dan sayap mereka Malouda dan Zhirkov.

Pada momen selebrasi kemenangan Inter, Eto’o terlihat mengepalkan tangan dan menjulurkan lidah kepada para penonton di Stamford Bridge. Adios The Blues, Ancelotti dan Abramovich! Inter menang dengan aggregat 3-1 atas Chelsea, mereka layak ke perempat final.

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Olahraga. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s