Publikasi “Hiroshima” Di The New Yorker

“At, exactly fifteen minutes past eight in the morning on August 6, 1945, Japanese time, at the moment when the atomic bomb flashed above Hiroshima, Miss Toshiko Sasaki, a clerk in the personnel department of the East Asia Tin Works, had just sat down at her place in the plant office and was turning her head to speak to the girl at the next desk. ” —Opening sentence, Hiroshima, John Richard Hersey, 1946

Notes berikut adalah terjemahan bebas saya atas review yang ditulis oleh Steve Rothman, di bawah namanya bertuliskan “HSCI E-196, Science and Society in the 20th Century, Professor Everett Mendelsohn pada January 8, 1997”.

Gagasan menerjemahkannya setelah mendapat input dari Om Arifuddin Patunru di Jakarta dan Lily Yulianti Farid di Melbourne mengenai bahan bacaan yang bagus terkait “reportase”terbaik abad ini. Saya belum baca bukunya, namun saya tergerak untuk mempelajarinya dengan mencoba terjemahkan tulisan Steve Rothman versi PDF yang saya comot dari internet pagi ini.

****

Satu tahun setelah perang dunia kedua berakhir, satu majalah mingguan terkemuka Amerika mempublikasikan deskripsi yang menghentak tentang bagaimana garis hidup mereka yang yang selamat dari serangan nuklir.

Artikel itu berjudul singkat, “Hiroshima”, dipublikasikan oleh The New Yorker terbitan tanggal 31 Agustus, 1946. Tiga puluh satu ribu kata dalam artikel itu sukses mengesampingkan semua penggambatan virtual oleh berbagai meja editorial terkiat issu tersebut.

“Hiroshima” menyusur pengalaman dari enam warga yang selamat pada ledakan 6 Agustus 1946 di pagi pukul 8:15 am. Mereka adalah juru tulis Miss Toshiko Sasaki; Ahli Fisika, Dr. Masakazu Fujii; janda seorang tukang jahit dengan tiga anak kecil, Mrs. Hatsuyo Nakamura; Pendeta Jerman, Father Wilhelm Kleinsorge; ahli bedah muda, Dr. Terufumi Sasaki; dan seorang pastor metodis, Mr. Kiyoshi Tanimoto.

Artikel ini menceritakan pengalaman mereka, bermula saat mereka berenam bangun pagi, hingga cerita tentang apa yang mereka lakukan pada saat ledakan tersebut dan empat jam sesudahnya, berlanjut hingga sepanjang hari-hari berikutnya dan diakhirnya oleh situasi dari mereka beberapa tahun kemudian.

Artikel ini ditulis oleh John Hersey, benar-benar telah menghasilkan ledakan bagi Hersey, bagi dunia penerbitan di dunia. Lembaran-lembaran The New Yorker habis terjual dengan segera karena tulisan itu, dan permintaan untuk cetak ulang di seluruh dunia. Mengikuti publikasi itu, “Hiroshima” juga dibacakan di berbagai radio di Amerika dan luar negeri. Majalah-majalah lain mereviewnya dan mengacu kepada para keinginan pembacanya tentang hal dimaksud. The Book-of-the-Month Club mengirimkan kopi artikel ini kepada para anggotanya sebagai lembaran tambahan.

Menjelang berakhirnya musim gugur, “Hiroshima” dibukukan oleh Alfred A. Knopf. Tulisan tentang “Hiroshima” bukan yang pertama dibaca oleh para pembaca yang terjadi setelah kejadian 6 Agustus itu. Banyak artikel pada media mengurai kehancuran kota itu, seperti cerita Collier yang diterbitkan pada musim semi 1946 menceritakan detil dari kekuatan bom atom yang dijatuhkan di atas Hiroshima dan Nagasaki (“pada jarak 4,200 kaki–8-10 mile yang mengakibatkan 2,160 pounds kaki persegi”) dan anekdot-anekdot tentang dampak menakutkan bom atom pada umat manusia.

Collier’s juga memasukkan cara-cara artistik untuk menggambarkan dampak nuklir sepanjang M Manhattan. Namun, walau sebagian besar cerita tersebut menceritakan detail dampaknya bom namun tidak dapat membantu pembaca untuk mengidentifikasi mayat atau siapa yang selamat.

Umumnya, “statistik tingkat kerusakan dan kematian diceritakan sebagai ucapan pembelaan untuk kontrol internasional, pertahanan sipil, atau beberapa alasan lainnya. Di atas kanvas siapa-siapa yang mengoleskannya telah terlebih dahulu dianggap familiar, Namun Hersey telah menggoreskannya dengan benar-benar hidup dan telah menyadarkan orang-orang sebelumnya”

Dampak langsung dari “Hiroshima” pada publik Amerika sulit untuk diukur. Tidak ada gerakan massa sebagai dampak dari artikel, tidak ada undang-undang yang diterbitkan, reaksi pada karya ini tidak secara spesifik pada militer Amerika atau kebijakan publik.

Tetapi secara pasti penggambaran yang benar-benar hidup dari buku ini telah menjadi masukan berarti yang sukses menembus rasa takut (dan kesalahan) tentang persenjataan nuklir yang dirasakan oleh rakyat Amerika sejak bulan Agustus 1945.

Sejarah – The New Yorker

The New Yorker didirikan pada tahun 1925 oleh Harold Ross sebagai salah satu mingguan ketat yang mengkombinasikan humor, fiksi, puisi, seni, pelaporan, kritik, dan panduan pada kegiatan-kegiatan budaya di New York. Dia telah menampilakn beberapa dari penulis terbaik abad ke-20 yang ada seperti E. B. White, James Thurber, S. J. Perelman, Rebecca West, A. J. Liebling, dan Eudora Welty, adalah sedikit nama yang bergabung dengan majalah ini.

Walau The New Yorker mempunyai reputasi elitis yang dia peroleh dari kontribusinya pada upaya akan situasi perang. Edisi 24 halaman “pony editon” tidak dijumpai iklan telah didistribusikan pada serdadu di luar negeri, bersama dengan edisi yang sepadan dengan majalan Time dan Newsweek , dan majalah populer lainnya. “Sampai dengan akhir perang dunia, “pony edition” [dari The New Yorker] telah mempunyai jumlah yang lebih banyak dari induknya.”. Pada tahun 1946 The New Yorker mempunyai 300,000 edisi berbayar umumnya dari luar New York.

Latar Belakang – John Hersey

John Hersey dilahirkan pada 17 Juni 1914 di Tientsin, China oleh sepasang missionari Roscoe dan Grace Baird Hersey. Dia tinggal di Tientsin sampai umur 10 tahun dan kembali ke Amerika bersama orang tuanya. Hersey mengikuti sekolah Yale hingga di Cambridge. Dia peroleh jabatan sebagai sekretaris untuk Sinclair Lewis pada musim semi 1937, dan pada musim gugur, dia mulai bekerja pada majalah Time.

Dua tahun kemudian dia dipindahkan ke majalah Time’s di Biro Chungking. Selama perang dunia ke-2 dia bertanggungjawab untuk meliput peperangan di Eropa (Sicily) dan Asia (Guadalcanal), menulis artikel untuk Time, Life, dan The New Yorker. Artikel pertama Hersey untuk The New Yorker adalah tulisan tentang John F.Kennedy dan PT-109 rescue, yang mana kemudian dicetak ulang di bagian Reader’s Digest.

Buku pertama Hersey, Men on Bataan (1942) merupakan potret patriotic Jenderal Douglas MacArthur dan tentaranya di Pacific pada permulaan perang dunia ke-2. Buku keduanya, Into the Valley (1943), menceritakan pertempuran di Guadalcanal dari perspektif para serdadu. Di Guadalcanal, Hersey telah menjadi bagian, dibanding sebagai reporter. Unit yang diikutinya datang saat situasi baku tembak dan menderita dengan banyak penyebabnya.

Hersey telah dilibatkan dalam misi ini sebagai “stretcher bearer” atau pembawa usungan (semacam keranda) dan sebelumnya direkomendasikan oleh Angkatan Laut menolong pada yang terluka. Hersey selanjutnya dipindahkan ke Mediterranean Theater, dan dia melaporkan sekutu pada invasi dan okupasi Pulau Sisilia.

Dia memenangkan Pulitzer Prize untuk novelnya, A Bell for Adano (1944), fiksionalisasi atas okupasi pemerintah atas satu kota di Italia. (The New York Times menorehkan Pulitzer bagi Hersey pada terbitan mereka tanggal 8 Mei, 1945 yang menandai akhir peran di benua Eropa)

Pada tahun 1944-45, Hersey ditempatkan di Moscow oleh Time, tetapi setelah peran Pacific berakhir dia menerima tugas untuk melingkupi wilayah China dan Japan, dengan dukungan pembiayaan oleh Time dan The New Yorker.

Publikasi “Hiroshima”

Pada musim dingin antara tahun 1945-46, William Shawn, editor pada The New Yorker, berdiskusi dengan Hersey tentang ide, yang akan menyorot dimenasi manusia (human) setelah peristiwa bom atom Hiroshima. Shawn sangat diherankan oleh jutaan kata tentang “apa dan bagaimana” bom atom, hingga apa yang terjadi atas Hiroshima…itu kemudian diabaikannya”

Pada Maret 1946, Shawn mengirimkan pesan ke Hersey (saat itu sedang di Shanghai) menyampaikan gagasan ini: “Semakin lama waktu berlalu, semakin yakin kita bahwa ide ini memiliki banyak kemungkinan. Tak seorangpun telah pernah menyentuhnya.” Cerita yang dimaksudkan Shamn akan dituliskan pada bulan Agustus 1946, pada satu tahun peringatan jatuhnya bom tersebut. Terikat oleh banyak kegiatannya yang sedang berjalan. Hersey tidak melakukan apa-apa hingga Mei.

Dia menghabiskan waktu selama tiga minggu di Jepang, pertama melakukan beberapa interview dan meriset di Tokyo, dan melakukan perjalanan ke Hiroshima untuk menemukan dan mewawancarai korban selamat dari bom nuklir. Hersey memutuskan untuk tidak fokus pada ledakan atau kota yang binasa, tetapi menginvestigasi dampak ke warga, dan mengatakan“Saya merasa saya hendak menulis apa yang terjadi pada bangunan tetapi umat manusia“

Hersey terbang kembali ke Amerika pada akhir Juni dan menghabiskan beberapa minggu menulis artikel. Meskipun dia telah mewawancarai beberapa orang di Hiroshima, dia memutuskan untuk fokus pada enam orang saja. “Karena mereka telah menjadi obyek wawancara yang baik, dan bukan karena alasan dramatik ke ground zero… atau karena mereka dibuat pada satu wilayah yang nyaman di Hiroshima”

“Hiroshima” ditulis dalam keadaan polos atau nyaris kering, hal-hal teduh yang membuat emosi para pembaca tetapi atas dasar “izin” dari yang selamat. Cerita berbicara pada mereka sendiri.

Setelah empat puluh tahun saat menulis artikel itu, Hersey menulis surat ke sejarawan Paul Boyer, “Gaya flat telah diterapkan dengan sengaja dan saya masih berpikir saya benar dalam mengadopsi itu”

Hal yang terkait dengan teknik literasi yang tinggi, penunjukkan gairah (passion) telah membawa saya ke dalam cerita sebagai mediator; Saya ingin menghindari sebagai bagian proses mediasi, jadi biarkan pengalaman pembaca yang akan terlibat secara langsung.

Dalam bulan Agustus Hersey mengirimkan Shawn 150-lembar manuskrip. Hersey telah mengaturnya ke dalam empat bagian artikel yang akan disampaikan dalam empat issu khas dengan pengantar terpisah pada bagian kedua,ketiga, dan keempat.

Shawn merasa bahwa kata pengantar memotong alur cerita dan akan mengurangi dampak jadi dia meminta Harold Ross, pendiri dan editor The New Yorker, jika karya itu dapat diterbitkan dalam issu sendiri. Ini membutuhkan hampir semua halaman editorial.

Ross menanggapinya dalam seminggu. Dia khawatir akan membuat kecewa para pembaca yang yang telah familiar dengan fitur sebelumnya dan dia tidak mau berdampak serius. Selama seminggu Ross, Shawn, dan Hersey bekerja sepanjang hari mengedit artikel tersebut. Ross dan Shawn dikenal sebagai editor yang sangat teliti, dan setiap kalimat dari karya tersebut.

Ross mengatakan untuk membuat lebih 200 catatan pada manuskrip. Hersey menyampaikan ke orang-orang setelah itu bahwa Ross menanyakan tentang deskripsi sepeda dekat “ground zero” sebagai ‘lopsided’. Ross pernah bertanya, “Dapatkah sesuatu yang berdimensi dua sebagai lopsided’?”. Kata ‘crumpled’ akhirnya yang digunakan. Proses editing dan diskusi di meja redaksi menjadi sangat dinamis dan melelahkan. Tapi akhirnya terbit juga dengan prestasi yang mentereng dan layak dikenang sepanjang zaman.

Reaksi Pada Publikasi Hiroshima

Setelah publikasi akhirnya diterbitkan juga oleh The New Yorker, Ross menyampaikan ke Irwin Shaw “Saya tidak berpikir bahwa saya telah memperoleh sebanyak kepuasaan seperti saat ini”

Pada era dimana media tidak terlalu terikat pada reportase satu sama lain, publikasi “Hiroshima” telah menyebabkan satu kegemparan (commotion). The New York Times menerbitkan satu pubikasi ringkas pada tanggal 29 Agustus 1946 dengan paragraph lead “Memecahkan preseden selama dua puluh satu berdiri, The New Yorker minggu ini mencurahkan secara virtual semua halaman editorial pada 68 halamannya pada satu artikel oleh John Hersey tentang Hiroshima berjudul ‘A Noiseless Flash’ ”Satu hari kemudian, pada 30 Agustus Time mesti menyampaikan lebih tentang artikel di editorialnya berjudul “Time From Laughter:”

Banyak komentar yang muncul setelah itu, mulai dari Bruce Bliven, untuk The New Republic’s “Saat ini, Kalian telah yakin bahwa minggu lalu The New Yorker mencurahkan semua halaman untuk satu subyek pada periode sejarah mereka. Subyek itu adalah tentang pengeboman Hiroshima; Penulisnya adalah John Hersey; dan kami mengerti majalahnya terjual habis dalam beberapa jam saja sejak penerbitannya. Jika demikian, public telah menunjukkan ketajaman (discernment). Karya Hersey pastinya adalah salah satu karya klasik dari perang” Komentar senada juga datang dari Protestant weekly, A Roman Catholic journal, dan banyak lagi.

Artikel Hersey dengan perspektif lain mengenai peristiwa bom di Hirshima telah menggemparkan jagad jurnalistik.

Seorang pembaca Ney Yorker menulis “Saya telah membaca seluruh artikel Hiroshima dan dari depan ke belakang dan saya tidak melihat hal yang lucu di dalamnya!”. Seseorang juga menulis ke The New Yorker bahwa “Saya telah membaca laporan Hersey. Dan itu menakjubkan. Sekarang mari bergandengan tangan dengan Moscow.

“Hiroshima” ditulis dengan gaya reportase.“Hiroshima” dibuat buat bukan untuk satu aksi tertentu dia adalah laporan pandangan mata tentang realitas oleh korban yang selamat. Tentu saja bahwa laporan yang wah atau imajinatif tidak dihasilkan pada satu aksi perubahan sosial. Kadangkala dia hanya membimbing kesadaran dan kontemplasi belaka.

Pastinya, jutaan orang yang telah membaca Hiroshima selama lima dekade terakhir telah menemukan deskripsi yang menakutkan dan tak terlupakan setelah bom nuklir penghancuran itu. Adalah sulit dipercaya bahwa para pembaca ini akan pernah merasakan hal yang sama lagi tentang bom nuklir ini, dan dengan respek pada pemahaman mereka tentang realitas perang nuklir harus terus diupayakan untuk setidaknya memberikan dampak pada kehidupan sosial dan politik mereka.

Sungguminasa, 03042010

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Buku. Bookmark the permalink.

4 Responses to Publikasi “Hiroshima” Di The New Yorker

  1. daeng lalo says:

    Apakah niat menterjemahkan tentang Hiroshima ada kaitannya dengan rencana PLN SUlsel membangun PLTN? Sekedar bertanya…..hehe

    • reefberry says:

      hahahaha…o tidak ada sama sekali Daeng…
      hanya mengabarkan “bagaimana satu sejarah reportase terbaik yang pernah ada”. eh, emang akan ada PLTN? wah…mallakku deh

  2. the accurate address is needed for sending books. can i get it asap?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s