Daeng KM, “Banyak Cara Menunjukkan Kecintaan”

Bersama istri, saya tiba lima belas menit sebelum pukul 20.00. Kami orang pertama yang mengisi ruangan megah Café de Luna yang impressif dan fantastik itu. Malam tanggal 22 April adalah momen perjamuan oleh Matsui Kazuhisa dengan kawan-kawan di area kerjanya. “Sebagai bentuk terima kasih atas kerjasama baiknya selama ini,” katanya.

Matsui (kami kerap memanggilnya Daeng KM) adalah salah seorang senior expert yang telah lama berkiprah di wilayah Sulawesi. Selama ini berkantor di lantai 4 Kantor Bappeda Sulsel.

Selama beberapa tahun terakhir beliau adalah penasehat pembangunan regional Sulawesi untuk satu organisasi pembangunan internasional Jepang. Basisnya di Makassar. Tapi April tahun ini, beliau akan menyudahi pengabdiannya itu. Berbagai kunjungan dan pertemuan konsultasi telah dilaksanakannya dengan berbagai penentu kebijakan daerah baik di propinsi ataupun kabupaten.

Kedatangannya pada tahun 1996 telah berbuah kecintaan yang teramat dalam bagi wilayah Sulawesi. Saya menangkap kesan itu jika berbicara dengannya tentang spirit pengembangan kawasan Sulawesi dan prinsip-prinsip yang menyertainya. Daeng KM telah mendorong tumbuh kembangnya sumberdaya lokal Sulawesi sebagai pendorong ekonomi regional maupun nasional. Setidaknya, itu yang terbaca dari blog, pokok-pokok pikiran dan hasil bincang dengannya dalam beberapa kesempatan. Kiprah dan inputnya tentang pembangunan berbasis lokal diapresiasi banyak pemerhati pembangunan.

Beberapa tahun silam, beliau gencar menyampaikan pentingnya menggali potensi lokal berbasis desa seperti yang kerap disebut konsep “One Village One Product atau OVOP”, yang telah dipraktekkan di Propinsi Oita, Jepang. “Desa-desa yang sedari dahulu punya produk khas, sebenarnya dapat ditumbuhkembangkan dengan pendekatan ekonomi berbasis lokal itu. Produk-produk pertanian, perkebunan seperti padi unggul, kopi, kakao, hasil perikanan hingga keindahan potensi sumberdaya alam laut dapat dipaket menjadi satu produk khas desa/daerah,” Ucapnya pada satu kesempatan bincang di lantai 4 kantor Bappeda Sulsel.

Dengan bahasa lain, beliau rajin memotivasi para penentu kebijakan, perencana dan fasilitator pembangunan untuk tidak selalu bertumpu pada pihak luar. Arahnya jelas: bantuan pihak luar memang diperlukan tapi tidak untuk selamanya. Berdayanya masyarakat dan tumbuh kembangnya ekonomi lokal adalah satu keniscayaan. Ada banyak kesan, cerita dan manfaat berkawan dengan beliau.

Tahun 1997 adalah saat pertama saya melihatnya wara wiri di Makassar. Saat itu hanya melihatnya. Hampir 15 tahun bermukim di Makassar, lelaki putih nan lincah ini juga sangat mencintai Makassar.

Kedekatannya dengan para pekerja seni, pekerja LSM, birokrat, akademisi maupun jurnalis di Makassar memberinya ruang tersendiri di hati para sahabatnya itu. Perkenalan saya dengannya terjadi sepuluh tahun kemudian. Saya di Aceh, beliau di Makassar. Banyak hal yang saya maupun sahabat telah pelajari dan petik darinya. Rumahnya yang lapang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea telah lama didedikasikannya untuk tumbuh kembangnya kerja-kerja sosial berbasis mahasiswa dan LSM.

“Sangat sulit mencari sosok seperti beliau,” Komentar Riana Patiroi Syarif, salah seorang sahabat yang sangat mengapresiasi beliau. “Sedih juga yah mendengar jika beliau akan beakhir masa kerjanya” Kata Siti Chadijah Lily yang juga sangat mengenal Daeng KM. Mamie Lily adalah salah seorang karyawan PT Maruki Internasional yang memproduksi butsudan ke Jepang.

“Ada banyak cara untuk menunjukkan kecintaan saya pada Makassar dan Sulawesi” Katanya pada suatu waktu. “Saya akan datang lagi sebagai warga biasa…seperti biasa,” Katanya. Kepulangannya ke Jepang di akhir bulan ini menemui istri dan anaknya mungkin tidak akan lama.

Sungguminasa, 25042010

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Sahabat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s