Internet Sehat, Apa Itu?

Saya baru saja mengatur meja dan modem Speedy untuk kedua anak saya, Intan dan Khalid saat ajakan mengikuti seminar bertemakan, “Dampak Psikologi, Penggunaan Teknologi Informasi dan Internet Pada Anak Serta Strategi Perlindungan,” di Hotel Quality Makassar tanggal 28 Agustus 2010 datang.

Sebelumnya, di hari itu juga, saya baru saja mengaktivasi kapasitas internet ke Unlimited “Socialia” dengan kapasitas 384 kbps untuk internet di rumah. Kami leluasakan anak-anak mengakses internet di rumah. Selama ini, mereka mesti diam-diam untuk mengakses dari warnet. Bagi mereka, Seribu lima ratus rupiah untuk 30 menit terasa menyenangkan. Jika tidak menyimpan uang jajannya, mereka kerap minta uang untuk browsing.

Ada ketakutan yang kuat saat mengetahui mereka ada di warnet. Karenanya memberi pilihan untuk menjelajah dunia maya dari rumah rasanya lebih ringan. Tapi, internet memang selalu berwajah dua. Saat saya memperkenalkan ke mereka bagaimana memilih teman di FB dan melacak siapa-siapa yang jadi teman, saya kaget saat melihat salah seorang temannya menggunakan foto wanita tanpa busana. “Remove saja,” kataku!

Browsing di rumah pun ternyata tidak aman. Tetapi bagaimana mengontrol mereka?

Memang, beberapa kalangan bersikeras untuk menolak berlakunya sensor bagi penggunaan dunia internet, seperti yang marak dibahas di ranah twitter, group facebook dan milis-milis civil society. Alasannya, itu akan menjadi senjata pemerintah untuk membungkam kebebasan berekspresi warga, juga entry untuk mulai mematai-matai kebebasan warga. Tetapi bagi orang tua yang mesti awas pada dinamika situasi eksternal yang dapat berpengaruh pada anak-anak mereka tentu juga beralasan untuk mencari solusi. Menutup peluang mereka mengenal internet bukan pilihan baik.

Bersama puluhan peserta seminar untuk guru, komunitas internet dan warga kaitannya dengan internet sehat yang diprakarsai Telkom itu, saya mendapat beberapa hal positif termasuk alasan mengapa Internet Sehat itu penting.

Menggandeng Dinas Pendidikan Nasional Kota Makassar, Telkom menggelar seminar yang dibuka oleh Drs Mahmud MPd, Kadis Diknas Kota Makassar dan dihadiri oleh Ibu Etik Agustini, dari PT Telkom. Menurut beberapa pembicara, telah banyak terjadi contoh dekadensi moral anak-anak karena semakin terbukanya era informasi dan canggihnya dunia internet. Mereka menyitir juga pernyataan JK yang menyebut bahwa dekadensi moral dapat bermula dari internet.

Persoalan “bagaimana mengontrol penggunaan internet oleh anak-anak,” menjadi pertanyaan kunci dalam seminar itu sehingga solusi “sementara” mereka adalah bagaimana mengadopsi apa yang disebut Internet Sehat, dengan mengefektifkan DNS Nawala. (www.nawala.org). Pelanggan Telkom Speedy sebagai misal dapat dapat menanyakan ihwal internet sehat ini termasuk jika ada konten negatif yang terlacak di internet mereka di rumah.

“Sila telpon ke line bebas pulas 0 800 1000 147, jika ingin menanyakannya” Katanya. Di sana operator akan memberikan arahan untuk memasang kode DNS Nawala sebagai filter pertama.

Situs dan Konten Porno

Menurut Ketua Awari, Irwin Day yang merupakan mitra Telkom, seperti yang dikutip di blognya http://www.irwinday.web.id, untuk mengaktifkan sensor internet yang tidak sehat itu AWARI dengan Nawala Project-nya mengundang rekan rekan Warnet dan Anggota Awari (utamanya pelanggan layanan internet PT Telkom) untuk melakukan uji coba layanan DNS Filter Nawala Project yang terbaru. DNS Nawala yang terbaru ini dirancang untuk digunakan oleh pengguna layanan internet PT Telkom (telkom Speedy,Telkomnet).

Dia juga mengatakan bahwa penting untuk memahami apa itu situs dan konten porno. Menurutnya, berbicara penyaringan pornografi di Internet maka kita harus mengerti dahulu sifat dari Internet dan mengapa kita harus berhati hati dalam menerapkan aturan ke dalam sistem penapisan.

Contoh yang paling aktual adalah sistem penapisan yang dilakukan oleh DNS Nawala. DNS Nawala menetapkan bahwa yang ditapis adalah situs porno. Situs porno ini mudah dikenali, karena memang tujuan pembuatannya adalah untuk menampilkan konten-konten pornografi baik dalam bentuk gambar maupun video. Sejak dari halaman depan situs tersebut sudah tergambar apa isinya. Situs situs seperti ini mudah ditetapkan untuk masuk ke dalam daftar situs yang diblok.

“Lain lagi kalau kita bicara konten porno, karena konten porno ini dengan mudahnya diunggah oleh pengguna internet ke sebuah situs yang bersifat umum. Mis: situs perkawanan (facebook, Friendster), situs berbagi berkas (4shared, Rapidshare), atau situs video (youtube),” Kata Irwin.

Inilah yang saya alami saat mengantar anak-anak untuk menyambangi dunia facebook seperti di awal tulisan ini. Mungkin website yang memang ditujukan untuk pornografi telah dilumpuhkan namun ide porno dapat saja menyusup ke jejaring sosial seperti Facebook. Sesuatu yang tidak mungkin di blok DNS Nawala. Mereka tidak akan memasukkan situs tersebut dalam daftar blok. Sebab begitu dimasukkan, maka bukan cuma konten porno tersebut tidak bisa di akses, namun keseluruhan situs tersebut akan di blok.

Jika Telkom atau Nawala project memblok Facebook tentu akan memancing persilatan di dunia maya. Betapapun diskusi tentang perlu tidaknya pengawasan atau filter internet belum tuntas namun bagi saya kontrol dan persuasi kepada anak-anak tetap merupakan tugas orang tua. Internet sehat, juga tergantung peran serta orang tua termasuk bagaimana menempuh langkah-langkah konstruktif dengan melaporkan website porno yang masih gentayangan.

Memudahkan tugas itu, kata Irwin, silahkan arahkan DNS pada PC atau Router/DHCP anda ke: – 180.131.144.144 – 180.131.145.145. Tim Pengembang DNS Nawala juga mengundang rekan rekan seandainya ada situs situs yang anda nilai berkategori: pornografi, judi, phising/malware.

Coba yuuu…

NB: sumber foto http://www.reliableanswers.com

Advertisements

About reefberry

orang biasa
This entry was posted in Teknologi Informasi. Bookmark the permalink.

One Response to Internet Sehat, Apa Itu?

  1. oke..ini memang jadi tugas berat semua pihak untuk menciptakan kondisi internet yang sehat. seperti yg DeNun bilang di atas, bukan hanya situs yang memang sengaja berkonten porno saja yg harus diwaspadai, tapi jaringannya juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s