Category Archives: Refleksi

Cerita Lainnya Setelah Bertemu Pendeta Tawasaku

Satu sore di tanggal 13 Maret 2010. Pada salah satu kios penjaja makanan dan minuman di Bira, Bulukumba. Kami baru saja merapat dalam area pelabuhan, sementara fery yang akan menjemput belum tiba dari Pamatata, Benteng. Seraya menikmati teh susu dan … Continue reading

Posted in Refleksi | Leave a comment

Jembatan Kokoh Menuju Dusun Jempang

Laksana mengisahkan pelayaran dari hilir yang hendak mencapai bentangan cakrawala laut lepas di muara, perkenankan saya mengisahkan Galesong, sebuah titik kecil di pesisir pantai selatan Sulsel. **** Di setiap perjalanan menyusuri ratusan desa di tanah air, selalu saja kenangan Galesong … Continue reading

Posted in Refleksi | Leave a comment

Dua Jam Bersama Maria Hartiningsih, Menyelidik A La Jurnalisme Warga

Walau terlambat, hari ini saya membaca satu catatan Maria Hartiningsih di Harian Kompas tentang film Perancis berjudul “Lourdes” satu cerita perjalanan menziarahi diri. Film oleh sutradara Jessica Hausner tentang pergulatan batin manusia yang paradoks yang memotret ketakutan seseorang akan kesepian, … Continue reading

Posted in Refleksi | 2 Comments

Fungsi Media, Ironi Rating dan Berkaca Pada Tivi A la Jepang

Pada satu bulan terakhir akumulasi waktu kita seperti tersedot untuk duduk berlama-lama di depan televisi. Ada acara “sinetron baru” dengan aktor blasteran “Duo Anggo”, Anggoro dan Anggodo. Mereka dua aktor berlogat Jawa timuran yang kental. Penampilan mereka seperti mengalahkan rating … Continue reading

Posted in Refleksi | Leave a comment

Catatan Warga Tentang Perparkiran di Makassar

Saya menarik motor dari sesaknya kendaraan yang parkir di depan salah satu bangunan megah di Jalan Sudirman, Makassar. Kami baru saja mengikuti pesta perkawinan seorang sahabat. Seorang juru parkir tanpa rompi penanda mendekat. Spontan, saya menyerahkan selembar uang seribu. “Seribupi … Continue reading

Posted in Refleksi | Leave a comment

Makna Merdeka, Elite dan Momentum Bulan Suci

Nyayian sumbang dan teriakan serombongan anak muda yang meyisir jalan kompleks perumahan membangunkan kami. Dengan suara yang dikeraskan dan sesekali memukul tiang listrik, mereka berupaya menutup lembaran mimpi malam pada lelap tidur warga. Mereka riang sekali. Saya terbangun namun hanya … Continue reading

Posted in Refleksi | Leave a comment

In Memoriam Aisyah Daeng Baji, Wanita Tak Biasa

Akhir tahun 70an, saat masih SD, kami selalu bermain di batang sungai Tambakola yang keruh. Setiap pulang pasti wajah kami merah dan bau lumpur. Orang tua kami sebenarnya sangat tidak menyukainya. Kebiasaan yang selalu mereka awasi. Aturan tetapnya, saat pulang … Continue reading

Posted in Refleksi | Tagged | Leave a comment