Anak-Anak, Kita dan Goda Internet

Si sulung Intan kini sumringah. Bangga sejajar teman sekelasnya karena telah punya akun jejaring sosial. Khalid Adam, adiknya tidak mau kalah, merengek dibuatkan akun walau saya tolak. Dunia internet semakin dekat ke mereka, dunia yang disebut sebagai pemicu merebaknya gambar mesum, aksi tak senonoh. Dari koleksi vulgar anggota dewan, artis, pegawai negeri hingga adegan mesum murid sekolahan.

Anak saya euforia dengan goda internet karena cerita teman sekolahnya. Dua orang “pamannya” yang masih SD juga sudah punya akun, walau mereka gunakan hanya untuk main game, sebagaimana diakuinya. Lalu, beberapa petak rumah dari tempat saya, dua warnet telah beroperasi. Beberapa anak seusia Intan, telah keluar masuk warnet itu. Sebagai bandingan, saya mengenal internet beberapa tahun setelah sarjana. read more

Advertisements
Posted in Refleksi | 3 Comments

Kompasianer di CCC, Bincang Konten Hingga Curhat Yusran

Kasus korupsi sedikitnya Rp 4 miliar pada pembebasan lahan pembangunan gedung Clebes Convention Center (CCC) di Jl. Metro Tanjung Bunga, Makassar sedang bergulir di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Namun kabar itu seperti tidak terasa pada pelaksaanaan Kompas Gramedia Fair, 27 April – 2 Mei 2010 di Gedung berperkara milik pemerintah tersebut. Warga hilir mudik keluar masuk stan pameran dan bursa buku murah di hari terakhir gala tersebut.

Selain bursa buku, beberapa kegiatan edukatif juga digelar diantaranya lomba mewarnai anak-anak dan kompetisi sains kreatif tingkat sekolah. Tanggal 2 Mei 2010 itu pula, Kompasiana, salah satu wadah jurnalisme warga keroyokan yang diasuh oleh unit kerja Kompas menggelar acara “Kompasiana Nangkring di Makassar”. read more

Posted in Sahabat | Leave a comment

Menyoal Predikat Miskin

“Sotta!” Kata anak saya ke teman mainnya saat kerja kelompok. Dia mengatai temannya sok tahu saat si teman menyebut sesuatu yang tidak jelas dalilnya. Lalu, lelaki usil pada perempuan, suka menggoda, dalam bahasa Makassar disebut lale, maleda’ dalam bahasa Luwu. Anak baru gede atau remaja yang kerap menulis dengan gaya nyeleneh di Jakarat semisal “ny3l3n3h, l4l3, m4l3d@k” disebut Alay.

Predikat dilekatkan pada si tersangka. Orang luar memberi label, bungkus, paket kepada siapa saja yang pantas diganjar. Entah darimana mulainya, kebiasaan memberi predikat itu semakin menjadi-jadi dan nyaris luput dari perdebatan. Bahkan orang orang terdidik, akademisi, ahli lebih asik memilih angka-angka standar, kriteria dan padanan yang pas untuk mengukuhkan bahwa miskin memang predikat yang menarik, pantas dan mesti diwaspadai. read more

Posted in Refleksi | Leave a comment

Potret Jupe Berlatar Pacitan

Tanggal 27 April 2010. Masih pagi sekali. Saya sedang bersiap-siap menuju tempat kerja. Saat mengencangkan ikat pinggang, televisi menayangkan Julia Perez alias Jupe sedang menarik ujung baju ketat warna hijaunya dengan dada membusung. Pacarnya yang pesepakbola Latino berdiri di sampingnya mengenakan baju putih. Keren sekali dengan cambang bak bulu landak.

Pagi itu, Jupe tampil berbaju minim hijau muda terang, bukan Jupe jika tidak berbaju dengan belah dalam hingga “bawaannya” nyaris melongok keluar. Saya sesak tapi kemudian sadar itu bukan hak saya, walau televisi telah memberikan cap “free of charge”, silakan nonton, toh televisi telah jadi ruang pamer gratis Jupe. Lalu saya segera sadarkan diri, “ingat ingat ingat, pilkada beberapa bulan lagi, ting!,”. read more

Posted in Refleksi | 1 Comment

Puntondo, “Bangau” Memukau di Teluk Laikang

Di atas kanvas putih susu, Sarwono Kusumaatmadja menorehkan “Selamat Bekerja, Semoga Sukses. Ewako! Sarwono K”. Kalimat itu menandai berdirinya satu pusat pendidikan lingkungan hidup di Sulawesi Selatan yang berbasis di Kabupaten Takalar. Sarwono membubuhkan kata “Ewako!”, bahasa Makassar yang berarti, lawan! atau tetaplah berjuang. Di bagian kanan, Said Pammusu wakil Bupati Takalar memompa semangat dengan mengutip “kualleangna tallanga natoalia”, juga bahasa Makassar yang berarti lebih baik karam daripada surut ke pantai. read more

Posted in Lingkungan | 1 Comment

Daeng KM, “Banyak Cara Menunjukkan Kecintaan”

Bersama istri, saya tiba lima belas menit sebelum pukul 20.00. Kami orang pertama yang mengisi ruangan megah Café de Luna yang impressif dan fantastik itu. Malam tanggal 22 April adalah momen perjamuan oleh Matsui Kazuhisa dengan kawan-kawan di area kerjanya. “Sebagai bentuk terima kasih atas kerjasama baiknya selama ini,” katanya.

Matsui (kami kerap memanggilnya Daeng KM) adalah salah seorang senior expert yang telah lama berkiprah di wilayah Sulawesi. Selama ini berkantor di lantai 4 Kantor Bappeda Sulsel. read more

Posted in Sahabat | Leave a comment

Facebook Memudahkan Jalinan Kenangan dan Kerinduan [Catatan Bagi Reuni Smansa Makassar Angkatan 89]

Facebook menjadi “social networking media” yang paling bertanggungjawab atas grafik fluktuatif hubungan antar warga saat ini. Bagi para netters, peselancar internet, walau sudah sangat banyak media serupa namun FB nampaknya menjadi pilihan paling praktis,menguntungkan dan strategis. Ini juga tak lepas dari berkah piranti komunikasi andal seperti handphone atau blackberry. read more

Posted in Sahabat | 2 Comments