Iran Di Mata Prof Basri Hasanuddin

Ini pertemuan kesekian kalinya dengan beliau. Seperti minggu lalu, tampilannya terlihat tetap menarik. Sepatu hitam, celana panjang hitam dan baju lengan pendek bermotif kotak-kotak kecil biru dengan dasar putih. Beliau terlihat rapi. Dengan kumis tipis dan kacamata berbingkai keemasan di wajahnya, Prof Dr. Basri Bahanuddin, MA terlihat bersih dan kuat. read more

Posted in Ilmu Ekonomi | 1 Comment

Reuni Rajuni Di Atas Cahaya Rahmat

Taka Bonerate telah lama dikenal sebagai atol ketiga terbesar di dunia setelah Suvadiva dan Kwajifein di Pasifik. Terumbu karangnya mengoleksi biota yang nyaris terlengkap di Indonesia bahkan dunia. Kawasan ini dihuni tidak lebih 6.000 jiwa. Ada pulau yang berpenghuni ada pula yang tidak. Setelah ditetapkan sebagai Taman Nasional pada tahun 1992 dan dikelola oleh Departemen Kehutanan, upaya konservasi dan penegakan aturan pengelolaan yang ramah lingkungan mulai dicanangkan. read more

Posted in Sahabat | Leave a comment

Taufik, Pelaut Cilik Dari Bekke

Anak ini mondar mandir saaat saya sedang mengobrol dengan para pelaut dari Pulau Rajuni, Taka Bonerate, Selayar. Kulitnya hitam, rambut abu-abu. Dia mengenakan baju kaos biru tua lusuh. Sepertinya baju kesebelasan Chelsea FC. Beberapa menit kemudian saya mendekatinya dan menyapa. “Bisa bahasa Bajo?” Kataku. “Bisa!” Jawabnya. “ Sai arengta” . Siapa namamu? . “Taufik”, katanya. read more

Posted in Budaya | Leave a comment

Publikasi “Hiroshima” Di The New Yorker

“At, exactly fifteen minutes past eight in the morning on August 6, 1945, Japanese time, at the moment when the atomic bomb flashed above Hiroshima, Miss Toshiko Sasaki, a clerk in the personnel department of the East Asia Tin Works, had just sat down at her place in the plant office and was turning her head to speak to the girl at the next desk. ” —Opening sentence, Hiroshima, John Richard Hersey, 1946

Notes berikut adalah terjemahan bebas saya atas review yang ditulis oleh Steve Rothman, di bawah namanya bertuliskan “HSCI E-196, Science and Society in the 20th Century, Professor Everett Mendelsohn pada January 8, 1997”.

Gagasan menerjemahkannya setelah mendapat input dari Om Arifuddin Patunru di Jakarta dan Lily Yulianti Farid di Melbourne mengenai bahan bacaan yang bagus terkait “reportase”terbaik abad ini. Saya belum baca bukunya, namun saya tergerak untuk mempelajarinya dengan mencoba terjemahkan tulisan Steve Rothman versi PDF yang saya comot dari internet pagi ini. read more

Posted in Buku | 4 Comments

Mewawancarai Angku Bauk Ihwal “Pakkue Sengkangang”

Sering, para perencana dan fasilitator pembangunan lalai untuk memerhatikan kualitas informasi yang dia peroleh dari lapangan. Mereka, kerap membuat penyederhanaan atas fakta lalu menuangkannya dalam kertas perencanaan atau rencana aksi program. Dalam merumuskan situasi dan urgensi tindakan mereka gagal memilah, yang mana fakta dan yang mana persepsi sebagai alas dalam menyusun perencanaan. read more

Posted in Pemberdayaan Masyarakat | 1 Comment

Kisah Muhammad Ali, Sisi Lain Nelayan Padang

Padang yang ini bukan Padang di Sumatera Barat tetapi Kampung Padang, satu titik di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Untuk sampai ke sana, kita mesti menempuh perjalanan hingga 6 kilometer ke selatan dari Kota Benteng, ibukota Selayar. Kita mesti melewati ujung landas pacu bandara Aroeppala, Padang. Ada pagar kawat berduri tetapi warga masih tetap melewati jalan itu.

Hamparan pertambakan, pepohonan bakau dan ladang garam tersebar luas. Pemandangan itu menyambut kita saat memasuki Kampung Padang. Padang adalah satu kampung di pesisir pantai. Di sana terdapat obyek wisata berupa jangkar dan meriam raksasa. Konon, merupakan sisa peninggalan penjelajah asal negeri Tiongkok. read more

Posted in Desa-Desa | Leave a comment

Menemui Kata Yang Hendak Bunting

Menemui Kata Yang Hendak Bunting

: Ami dan Luna

dini hari tadi aku mengelusmu dengan cinta / kucangkokkan semangat dan doa tulus / melepasmu terbang sejauh mungkin / temui padananmu, mungkin di sana / di langit kesekian kau bersua / kata yang sedia bunting [denun 30032010]

Posted in Puisi | Leave a comment